Suatu malam minggu di Night Club Terkenal di Jakarta, Titi Kamal
sedang asyik larut dalam suasana.

Ia hanyut dalam gairah hentakan house music yang mengentak jantung.

Martini demi martini mengalir membasahi tenggorokannya, di tambah
dengan sebutir pink lady membuat Titi trance.

Titi naik ke atas meja bar dan mulai menari erotis, tubuhnya yang
berbalut tanktop putih dan rok span hitam pendek dan high heel dengan
tali sampai ke lutut mengentak, mengayun, meliuk erotis.

Hasratnya meluap, keringat membasahi tubuhnya, dan memetakan dengan
jelas payudaranya di tanktop itu.

Seorang bartender naik ke meja membawa pitcher beer dan mengguyur
Titi dengan beer itu. Body montok Titi makin jelas, Titi makin liar,
pengunjung makin trance.

Titi turun ke tengah dance floor, menghentak makin liar. Ia
meloloskan tanktopnya, dan menyembullah toket indahnya yang tidak
berbalut bra. Pengunjung bersorak riuh, mereka memberi ruang di
tengah dance floor, menyaksikan liarnya sang bintang.

Tak lama kemudian rok spannya lucut dari tubuhnya, kini Titi hanya
berbalut g-string dan high heel nya, dan sebutir butterfly masuk ke
dalam aliran darahnya dan membuat Titi makin trance.

Dua orang pengunjung maju dan mengentak bersama Titi. Mereka saling
menggerayangi, berpagutan liar, dan g-string Titi entah terlempar ke
mana.

Tak lama kedua orang itupun bugil dan menempel Titi dari depan dan
belakang. Mereka makin liar, pengunjung lain bersorak riuh melihat
kegilaan mereka, mereka mensandwich Titi yang sudah basah oleh
keliarannya sendiri. Titi hanyut dalam hentakan mereka, remasan,
jilatan, ciuman mereka, bendungan Titi jebol dan teriakan orgasmenya
di sambut riuhnya gemuruh sorak sorai pengunjung lainnya.

Kemudian Titi direbahkan di tepi panggung dj, kakinya menjuntai ke
bawah, dan satu persatu pengunjung maju dan menyetubuhi Titi dengan
brutal, di vagina dan anusnya. Titi malah menjerit keenakan, makin
brutal mereka, makin bersemangat dirinya.

Ia bersimpuh kembali ditengah dance floor dan mendeep throath semua
penis yang ingin merasakan nikmatnya mulut sensual Titi. Sperma demi
sperma masuk ke kerongkongan Titi, anus dan vaginanya, serta
belepotan di wajah dan sekujur tubuhnya, toketnya makin membusung,
akibat remasan tangan-tangan nakal.

Buterfly itu memang hebat, stamina Titi tidak merosot malah makin
tinggi. Titi benar-benar lupa diri, ia rela diperlakukan model apa
saja oleh pengunjung yang sama sekali tak dikenalnya. Bahkan ketika
ia dirantai di lehernya dan di arak keliling Night Club sambil
merangkak bagai anjing dan di setubuhi di ketiga lubang
kenikmatannya, juga ketika mereka meminta Titi menjilati anus mereka.

Pengunjung wanita juga tak kalah heboh, mereka juga yang sudah birahi
tinggi, ikut larut dalam kegilaan bersama Titi. Mereka menciumi,
menggerayangi tubuh masing-masing, berfrench kiss dengan Titi,
bermain dengan payudara masing-masing, dan ber-69 menjilati vagina
masing-masing. Titi juga melayani untuk berfinger fuck, bahkan fist
fuck di anus dan vaginanya yang sudah luber dengan sperma yang entah
punya siapa, dan keliaran itu terus berlangsung sampai mereka semua
tak sanggup lagi bangun untuk bertindak liar lagi.

Titi benar-benar bintang kemeriahan malam itu.